UNP Pimpin Kolaborasi PMKI 2026, Integrasikan Pembelajaran Digital dan Mitigasi Bencana di Tiga Nagari

UNP Pimpin Kolaborasi PMKI 2026, Integrasikan Pembelajaran Digital dan Mitigasi Bencana di Tiga Nagari

PADANG, — Universitas Negeri Padang (UNP) memimpin pelaksanaan Program Pengabdian Masyarakat Kolaborasi Indonesia (PMKI) 2026 yang mengintegrasikan literasi digital, penguatan ekonomi lokal, dan mitigasi bencana berbasis teknologi di tiga nagari di Sumatera Barat. Rangkaian kegiatan berlangsung pada 5–7 Agustus 2026 di Nagari Tanjung Haro Sikabu-Kabu, Kabupaten Lima Puluh Kota; Nagari Pangian, Kabupaten Tanah Datar; serta Nagari Koto Tangah, Kabupaten Agam.

Pendampingan Smart Learning Center “Medan Nan Balinduang” Berbasis Platform Digital Basamo merupakan kegiatan PMKI 2026 yang dipimpin Dr. Yasdinul Huda, S.Pd., M.T. (UNP), bersama Prof. Dr. Efri Sandi, S.Pd., M.T. (UNJ), Erna Risnawati, M.Si. (UT), dan Prof. Dr. Wagiran, M.S. (UNY). PMKI merupakan skema pengabdian kolaboratif lintas Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) yang mendorong penerapan hasil pendidikan dan riset untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Dalam kegiatan ini, UNP bertindak sebagai tuan rumah bersama Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Terbuka (UT), dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) sebagai perguruan tinggi mitra. Kolaborasi tersebut dirancang agar inovasi kampus dapat dioperasikan, dipelihara, dan dikembangkan secara berkelanjutan oleh masyarakat nagari.

Sesuai tema kegiatan, UNP mengoordinasikan Pendampingan Smart Learning Center “Medan Nan Balinduang” Berbasis Platform Digital Basamo NCH untuk meningkatkan literasi dan memperkuat kader digital nagari. Pendampingan mencakup pelatihan pemanfaatan platform, pengembangan bisnis UMKM, pengelolaan infrastruktur telekomunikasi, serta pemanfaatan sistem IoT untuk deteksi dini bencana di ketiga nagari. Rangkaian ini diarahkan untuk mendukung nagari yang lebih tangguh, berdaya, dan mandiri.



Pembukaan Kegiatan PMKI bersama Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Provinsi Sumatera Barat

Pembukaan rangkaian kegiatan di Nagari Pangian dilakukan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Sumatera Barat, Ir. Yozarwardi Usama Putra, S.Hut., M.Si., IPU. Ia mengapresiasi kolaborasi perguruan tinggi dan pemerintah daerah yang membawa hasil pendidikan serta riset langsung ke tingkat nagari, terutama untuk menjawab kebutuhan literasi digital dan kesiapsiagaan bencana.

Dalam sambutannya, Ketua PMKI UNP Dr. Yasdinul Huda, S.Pd., M.T. menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen perguruan tinggi untuk menghadirkan hasil pendidikan dan riset yang menjawab kebutuhan nyata masyarakat. Ia mengapresiasi dukungan pemerintah daerah, pemerintah nagari, perguruan tinggi mitra, kader digital, dan pelaku UMKM yang bekerja bersama membangun nagari yang semakin cakap digital, tangguh terhadap bencana, dan mandiri secara ekonomi.

Tim PMKI UNP diketuai oleh Dr. Yasdinul Huda, S.Pd., M.T., dengan anggota Dr. Syafrijon, M.Kom.; Dr. Phil. Dony Novaliendry, M.Kom.; dan Ryan Fikri, S.Pd., M.T. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, tim UNP menghadirkan Hafiz Elmi, S.Pd., M.Pd.T. sebagai narasumber pengembangan bisnis UMKM dan Mukhtarijal, S.Kom. sebagai narasumber pelatihan kader dalam pemanfaatan Platform Digital Basamo NCH.

“Filosofi program ini berakar pada kearifan lokal Minangkabau, yaitu Alam Takambang Jadi Guru dan semangat gotong royong basamo. Kami tidak sekadar menaruh alat sensor atau komputer di nagari, tetapi membangun kapasitas manusianya secara berjenjang agar teknologi benar-benar memberi manfaat dan dapat dikelola secara mandiri.”

Dr. Yasdinul Huda, S.Pd., M.T. — Ketua PMKI UNP

 

Basamo Menghubungkan Data, Pembelajaran, Budaya, dan Ekonomi Nagari

Sebagai tuan rumah, UNP mengembangkan dan mendampingi pemanfaatan Platform Digital Basamo Nagari Creative Hub (NCH) sebagai ruang bersama bagi pemerintah nagari, kader digital, pelaku UMKM, generasi muda, dan masyarakat. Platform tersebut menghubungkan empat pilar pengembangan nagari, yaitu Teras Nagari sebagai pusat data dan informasi; Medan Nan Balinduang sebagai pusat pembelajaran digital; Medan Nan Bapaneh untuk budaya dan inovasi; serta Lapau Nagari sebagai etalase ekonomi digital dan produk UMKM.

Melalui Teras Nagari, operator dapat mengelola data dan melihat informasi pembangunan, termasuk indikator SDGs Desa. Medan Nan Balinduang menyediakan modul, pelatihan, evaluasi, dan ruang diskusi yang dapat diakses warga melalui akun masing-masing. Lapau Nagari membantu pelaku usaha menampilkan profil, produk, serta informasi penelusuran produk, sedangkan Medan Nan Bapaneh dipersiapkan sebagai ruang dokumentasi budaya, publikasi, dan kreativitas nagari.

Pada sesi pelatihan, peserta mempraktikkan penggunaan portal Basamo, pengelolaan akun dan data nagari, pemanfaatan materi belajar, digitalisasi informasi UMKM, serta pembacaan dasbor pemantauan lingkungan. Setiap nagari juga memperoleh wajah digitalnya sendiri yang terhubung dalam satu ekosistem, sehingga layanan tetap memiliki identitas lokal sekaligus dapat dipantau dalam jaringan lintas nagari.

Dalam sesi pengembangan bisnis UMKM, Hafiz Elmi membekali peserta dengan strategi pemasaran digital yang praktis dan sesuai dengan karakter usaha lokal. Materi mencakup cara mengenali pelanggan, memilih platform yang tepat, menyusun konten promosi, membangun kepercayaan, serta menjaga interaksi dengan pelanggan agar pelaku usaha dapat memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan peluang penjualan.

Peserta juga diarahkan mempraktikkan foto produk, penulisan caption, dan publikasi melalui Instagram, WhatsApp Business, marketplace, serta Google Business Profile. Pelatihan dilengkapi dengan pengenalan indikator sederhana seperti jangkauan, interaksi, klik, konversi, dan penjualan sehingga pelaku UMKM dapat mengevaluasi promosi secara berkala, memperbaiki strategi, dan mengelola etalase digital produknya secara lebih konsisten.

Sementara itu, Mukhtarijal memfasilitasi pelatihan kader melalui laman Basamo NCH di www.basamonch.com. Para kader mempelajari pengelolaan akun dan data nagari, pemanfaatan Medan Nan Balinduang sebagai ruang belajar, dukungan digitalisasi UMKM melalui Lapau Nagari, serta pembacaan informasi pada dasbor Teras Nagari dan sistem IoT. Pembekalan tersebut disiapkan agar kader mampu menjalankan layanan, membantu warga, dan menjaga keberlanjutan ekosistem digital nagari setelah masa pendampingan. Platform dapat diakses melalui https://www.basamonch.com/.


Kata sambutan oleh ketua PMKI Dr. Yasdinul Huda, S.Pd., M.T. (UNP)

Teknologi Mitigasi Bencana Disertai Penguatan Kader Lokal

Pengembangan platform digital dilengkapi dengan sistem peringatan dini berbasis Internet of Things (IoT). Perangkat memantau tinggi muka air dan sejumlah parameter lingkungan, termasuk curah hujan dan kualitas air, kemudian mengirimkan data ke dasbor Basamo untuk dipantau secara daring. Di Nagari Pangian, sistem turut menggunakan panel surya sebagai sumber energi alternatif ketika cuaca ekstrem mengganggu pasokan listrik.

Kesiapsiagaan juga diperkuat melalui radio komunikasi untuk koordinasi darurat ketika jaringan seluler atau internet terganggu. Setiap Smart Learning Center dilengkapi perangkat komputer, proyektor, koneksi jaringan, dan bahan ajar digital sebagai sarana pelatihan berkelanjutan. Integrasi tersebut membuat pusat belajar berfungsi sekaligus sebagai simpul informasi dan koordinasi masyarakat.

Tim UNJ yang dipimpin Prof. Dr. Efri Sandi, S.Pd., M.T. memperkuat penerapan sistem peringatan dini dan komunikasi darurat di Nagari Pangian. Di lokasi tersebut, delapan kader digital dilatih untuk mengoperasikan perangkat, memantau data sensor, melakukan perawatan dasar, dan meneruskan informasi peringatan kepada masyarakat. Dukungan UT yang dikoordinasikan Erna Risnawati, M.Si. dan UNY di bawah Prof. Dr. Wagiran, M.S. melengkapi program pada aspek kesiapsiagaan, dukungan psikososial pascabencana, pembacaan risiko lingkungan, dan penguatan kapasitas masyarakat.

Secara keseluruhan, kaderisasi diarahkan pada lima kelompok kompetensi: operator digital nagari, tenaga pemeliharaan jaringan, kader siaga bencana, kader dukungan psikososial, dan kader mitigasi lingkungan. Pola ini menempatkan warga sebagai pengelola utama teknologi, sementara perguruan tinggi menjalankan fungsi pendampingan, pengembangan pengetahuan, dan evaluasi.


Serah Terima Perangkat Platform Digital Basamo Nagari Creative Hub (NCH) ke Pihak Nagari

Keberlanjutan Menjadi Bagian dari Desain Program

Program PMKI 2026 tidak berhenti pada kegiatan selama tiga hari. Dalam periode pendampingan April–November 2026, tim konsorsium melanjutkan penguatan operator, penyempurnaan modul, kalibrasi perangkat, pemantauan pemanfaatan platform, dan Training of Trainers (ToT) agar pelatih lokal dapat membuka kelas literasi digital secara mandiri.

Keberlanjutan juga didorong melalui pembentukan pengelola digital di tingkat nagari, dukungan operasional pemerintah nagari, penyusunan SOP kesiapsiagaan, dan koordinasi data kebencanaan dengan pemerintah daerah. Langkah tersebut diperlukan agar perangkat, pusat belajar, dan layanan digital tetap digunakan setelah masa pendampingan perguruan tinggi berakhir.

Selain pendampingan langsung, konsorsium menyiapkan modul pelatihan, SOP darurat tingkat nagari, video edukasi mitigasi bencana, dan rekomendasi kebijakan kebencanaan. Materi dan dokumen tersebut disiapkan sebagai rujukan bagi kader, pemerintah nagari, BPBD, dan DPMD Provinsi Sumatera Barat dalam memperluas literasi digital serta memperkuat kesiapsiagaan berbasis komunitas.

Dr. Yasdinul Huda menegaskan bahwa pendekatan Basamo sengaja dibangun dari kebutuhan masyarakat. Teknologi menjadi sarana untuk memperluas akses belajar, memperkuat ekonomi nagari, menjaga pengetahuan budaya, dan meningkatkan kesiapsiagaan, sedangkan keberhasilan program ditentukan oleh kemampuan masyarakat menggunakannya secara konsisten.

Program ini sekaligus memperlihatkan pelaksanaan tridarma perguruan tinggi yang menghubungkan pendidikan, riset, dan pengabdian dengan kebutuhan nyata masyarakat. Kolaborasi UNP, UNJ, UT, UNY, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, pemerintah kabupaten, dan pemerintah nagari diharapkan menghasilkan model pendampingan yang dapat direplikasi secara bertahap di nagari lain.

Melalui ekosistem Basamo, tiga nagari mitra memperoleh fondasi untuk mengelola pembelajaran warga, data pembangunan, promosi UMKM, dan informasi kebencanaan dalam satu jaringan digital. Inisiatif ini mendukung pembangunan dari nagari, pengurangan risiko bencana, penguatan ekonomi lokal, dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan melalui kemitraan yang berangkat dari semangat gotong royong.


Dokumentasi Bersama seluruh TIM PMKI dengan pihak Nagari