Hari Ketiga Verifikasi, Renstra dan Panduan LPPM UNP Matangkan Luaran Strategis 2025–2029

Hari Ketiga Verifikasi,  Renstra dan Panduan LPPM UNP Matangkan Luaran Strategis 2025–2029

Pada hari ketiga, fokus kegiatan diarahkan pada penyelarasan luaran penelitian dan pengabdian dengan visi UNP sebagai entrepreneurial university berbasis inovasi dan dampak sosial. Setiap pusat dan kelompok kerja mempresentasikan pemetaan luaran unggulan, mulai dari publikasi bereputasi, paten dan kekayaan intelektual, produk inovasi, hingga model pengabdian berbasis kebutuhan masyarakat.

Kepala LPPM UNP, Prof. Dr. Anton Komaini, S.Si., M.Pd., menegaskan bahwa Renstra 2025–2029 harus menjadi dokumen hidup yang tidak hanya normatif, tetapi operasional dan berdampak nyata. “Hari ketiga ini menjadi krusial karena kita memastikan bahwa setiap luaran memiliki arah yang jelas, terukur, dan selaras dengan kebutuhan nasional serta global. Renstra ini harus mampu mendorong riset dan pengabdian UNP naik kelas, baik dari sisi mutu maupun dampaknya bagi masyarakat,” ujarnya.

Kepala Pusat Penelitian, Publikasi, dan Kekayaan Intelektual, Dr. Hendra Hidayat, S.Pd., M.Pd., menambahkan bahwa verifikasi luaran menjadi kunci untuk menjaga kualitas dan konsistensi capaian akademik UNP. “Setiap target publikasi, paten, dan luaran ilmiah lainnya harus realistis, terukur, dan berbasis peta jalan riset yang jelas. Dengan Renstra ini, kita memastikan bahwa produktivitas dosen tidak hanya meningkat secara kuantitas, tetapi juga kualitas dan reputasinya di tingkat nasional maupun internasional,” ungkapnya.

Kegiatan hari ketiga juga diwarnai dengan diskusi intensif antarbidang, termasuk Penelitian, Publikasi dan Kekayaan Intelektual, Pengabdian kepada Masyarakat, serta Science Techno Park dan Inovasi. Sinkronisasi lintas pusat dilakukan untuk memastikan kesinambungan antara riset dasar, riset terapan, hilirisasi inovasi, dan implementasi di masyarakat.

Kepala Pusat Science Techno Park dan Inovasi, Prof. Ifdil, S.HI., M.Pd., Ph.D., Kons., menekankan pentingnya orientasi luaran pada inovasi yang dapat dikomersialisasikan dan memberi manfaat luas. “Renstra ini harus mampu menjembatani riset akademik dengan kebutuhan riil masyarakat dan industri. Luaran tidak berhenti pada artikel, tetapi bertransformasi menjadi teknologi, model layanan, dan produk yang berdampak,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat dan KKN, Dr. Yasdinul Huda, S.Pd., M.T., menyampaikan bahwa pengabdian ke depan diarahkan lebih terintegrasi dengan hasil penelitian. “Pengabdian tidak lagi berdiri sendiri, tetapi berbasis riset dan inovasi. Dengan demikian, intervensi di masyarakat menjadi lebih tepat sasaran, berkelanjutan, dan terukur dampaknya,” jelasnya.

Melalui rangkaian kegiatan hari ketiga ini, LPPM UNP semakin memantapkan fondasi Renstra Penelitian dan Pengabdian 2025–2029 sebagai dokumen strategis yang visioner, adaptif, dan berorientasi pada dampak. Diharapkan, Renstra ini mampu mengakselerasi peran UNP sebagai pusat unggulan riset, inovasi, dan pengabdian yang berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah, nasional, dan global.